Foley Balloon Catheter

Uro Cath

Standard & Paediatric

Romsons GS-1072

Foley Balloon Catheter
Foley Balloon Catheter

Kateter Foley (Foley catheter) atau bisa juga disebut kateter balon (balloon catheter) adalat alat medis untuk mengambil urine dalam sistem tertutup sehingga bebas dari udara dan polusi di sekitarnya. Biasanya foley catheter / balloon catheter ini dihubungkan ke urine bag atau urometer / urinemeter



  • Balon berkapasitas besar yang simetris dengan ujung yang lurus menjamin aliran yang tepat dan gerakan sphincter yang baik untuk mencegah kebocoran kandung kemih.
  • Diproduksi dari karet alami yang dilapisi silikon untuk menghilangkan resiko kerak (encrustation).
  • Ujung distal berbentuk kerucut dilengkapi dengan burr free eyes untuk intubasi atraumatik.
  • Valve yang keras memastikan inflasi dan deflasi yang mudah dari balon.
  • Kode warna untuk membedakan ukuran secara cepat.
  • Steril, dikemas secara terpisah dalam kemasan peelable.
  • Kotak isi 50/Karton isi 500.



Artikel mengenai Foley Balloon Catheter:


Tujuan pemasangan kateter foley / kateter balon


  1. Membantu memenuhi kebutuhan pasien mengosongkan kandung kemih terutama pada pasien yang mengalami penyakit akut, akan operasi, terbatas pergerakannya atau pasien dengan penurunan kesadaran.
  2. Menjaga agar kandung kemih tetap kosong untuk menunjang penyembuhan luka, pengobatan beberapa infeksi dan operasi suatu organ dari sistem urine dimana kandung kemih tidak boleh tegang sehingga menekan unsur lain.
  3. Menjaga agar pasien dengan keluhan inkontinensia urine (urine terkumpul di kandung kemih karena tidak dapat dikeluarkan) tetap kering bagian perineumnya, sehingga kulit tetap utuh dan tidak terinfeksi.
  4. Mengukur jumlah produksi urin oleh ginjal secara akurat.
  5. Membantu melatih kembali atau memulihkan pengendalian kandung kemih secara normal


  Cara Pemasangan Foley Catheter

1.      Menyiapkan penderita : untuk penderita laki-laki dengan posisi terlentang sedang wanita dengan posisi dorsal recumbent atau posisi Sim
2.      Aturlah cahaya lampu sehingga didapatkan visualisasi yang baik
3.      Siapkan deppers dan cucing , tuangkan betadine secukupnya
4.      Kenakan handschoen dan pasang doek lubang pada genitalia penderita
5.      Mengambil deppers dengan pinset dan mencelupkan pada larutan betadine.
6.      Melakukan desinfeksi sebagai berikut :            
         §  Pada penderita laki-laki : Penis dipegang dan diarahkan ke atas atau hampir tegak lurus dengan tubuh untuk meluruskan urethra yang panjang dan berkelok agar kateter mudah dimasukkan. Desinfeksi dimulai dari meatus termasuk glans penis dan memutar sampai pangkal, diulang sekali lagi dan dilanjutkan dengan alkohol. Pada saat melaksanakan tangan kiri memegang penis sedang tangan kanan memegang pinset dan dipertahankan tetap steril.
         §  Pada penderita wanita : Jari tangan kiri membuka labia minora, desinfeksi dimulai dari atas (clitoris), meatus lalu ke arah bawah menuju rektum. Hal ini diulang 3 kali. Deppers terakhir ditinggalkan diantara labia minora dekat clitoris untuk mempertahankan penampakan meatus urethra.
7.      Lumuri kateter dengan jelly dari ujung merata sampai sepanjang 10 cm untuk penderita laki-laki dan 4 cm untuk penderita wanita. Khusus pada penderita laki-laki gunakan jelly dalam jumlah yang agak banyak agar kateter mudah masuk karena urethra berbelit-belit.
8.      Masukkan kateter ke dalam meatus, bersamaan dengan itu penderita diminta untuk menarik nafas dalam.
       §  Untuk penderita laki-laki : Tangan kiri memegang penis dengan posisi tegak lurus tubuh penderita sambil membuka orificium urethra externa, tangan kanan memegang kateter dan memasukkannya secara pelan-pelan dan hati-hati bersamaan penderita menarik nafas dalam. Kaji kelancaran pemasukan kateter jika ada hambatan berhenti sejenak kemudian dicoba lagi. Jika masih ada tahanan kateterisasi dihentikan. Menaruh neirbecken di bawah pangkal kateter sebelum urine keluar. Masukkan kateter sampai urine keluar sedalam 5 – 7,5 cm dan selanjutnya dimasukkan lagi +/- 3 cm.
       §  Untuk penderita wanita : Jari tangan kiri membuka labia minora sedang tangan kanan memasukkan kateter pelan-pelan dengan disertai penderita menarik nafas dalam. Kaji kelancaran pemasukan kateter, jika ada hambatan kateterisasi dihentikan. Menaruh nierbecken di bawah pangkal kateter sebelum urine keluar. Masukkan kateter sampai urine keluar sedalam 18 – 23 cm dan selanjutnya dimasukkan lagi +/- 3 cm.
9.    Mengambil spesimen urine kalau perlu
10.  Mengembangkan balon kateter dengan aquadest steril sesuai volume yang tertera pada label spesifikasi kateter yang dipakai
11.   Memfiksasi kateter :
Pada penderita laki-laki kateter difiksasi dengan plester pada abdomen
Pada penderita wanita kateter difiksasi dengan plester pada pangkal paha
12.  Menempatkan urobag ditempat tidur pada posisi yang lebih rendah dari kandung kemih.


sumber : alkeskelompoka


Silahkan Ketik dan Pilih Produk